Keterangan gambar: Puluhan orang tua penerima manfaat geruduk SMP/SMK Bustanul Ulum Pertanyakan Kejelasan Dana Bantuan PIP.

CITY ONE | CIANJUR - Mempertanyakan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang bertahun- tahun tidak ada kejelasan, puluhan orang tua penerima manfaat geruduk SMP/SMK Bustanul Ulum di Kampung Tegal Panjang Desa Mekarjaya Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur.

Endin, selaku Koordinator aksi massa tersebut, mencoba berdialog dengan pihak sekolah, menyampaikan maksud dan tuntutan para orang tua penerima manfaat.

" Kami mendatangi sekolah ini, untuk mempertanyakan bantuan Program Indonesia Pintar anak- anak kami, hingga anak- anak kami lulus dari SMP/SMK Bustanul Ulum haknya tidak pernah keterima," tegasnya saat diwawancarai awak media cityone, Rabu (11/2/2026).

" Hari ini kami kompak mendatangi sekolah untuk menuntut hak anak- anak kami," imbuhnya.

Lanjut Endin: " Perlu digaris bawahi, kedatangan para orang tua penerima manfaat ke sekolah bukan hendak melakukan aksi anarkis, sebaliknya justru ingin meluruskan dan mencari kejelasan terkait hak anak- anak kami yang tercatat di aplikasi sipintar sebagai penerima manfaat PIP," tandasnya.

Disinggung awak media ada berapa penerima manfaat PIP yang haknya belum mereka terima? tanya awak media.

" Banyak pak, kalau semuanya hadir takutnya terlalu ramai nanti tidak enak lah, yang hadir saat ini hanya perwakilan saja, ini baru satu ke- erwean saja, sebetulnya banyak pak ada beberapa ke- erwean yang bersekolah disini dari kampung Tegal Panjang, Pawati, Bojongkoneng, dan Pasir Banen," terangnya.

Terkait hak yang belum mereka terima, apakah dari peserta didik SMP Bustanul Ulum atau SMK Bustanul Ulum saja, atau keduanya? Kejar awak media.

" Rupa-rupa pak, ada yang di SMP ada yang di SMK dengan jumlah PIP yang tidak diterimanya berbeda-beda," jawabnya.

Terpisah, Kepala SMK Bustanul Ulum Ida Farida, S. Pd., diruang kerjanya kepada awak media menjelaskan, terkait datangnya para orang tua penerima manfaat ke sekolah, hari ini pihak sekolah menanggapinya dengan merealisasikan penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) kepada orang tua siswa. Ia juga menegaskan bahwa dirinya bertindak atas SMP/SMK di bawah naungan Yayasan Bustanul Ulum.

" Alhamdulillah hari ini, Rabu (11/2/2026), kami telah menyelesaikan penyaluran PIP kepada orang tua siswa, dengan ketentuan mereka menerima haknya secara utuh tanpa potongan, kecuali ada tunggakan yang harus diselesaikan di sekolah. Hari ini sudah beres dan tidak ada masalah dengan masyarakat maupun orang tua siswa,” bebernya.

Disinggung terkait orang tua penerima manfaat asal Kampung Pasir Banen dan Kampung Pawati yang disebut belum menerima haknya, Ida menyebut proses klarifikasi sudah dilakukan.

" Alhamdulillah untuk warga Pawati dan Pasir Banen sudah diklarifikasi dengan kehadiran kepala dusun. Sebagian sudah datang, dan tinggal satu dua lagi yang belum terealisasi. Insyaallah besok mereka akan datang ke sini,” katanya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat penerima PIP agar siswa benar-benar aktif bersekolah.

" Untuk penerima PIP sekarang dan ke depan, siswanya harus betul-betul sekolah. Kalau kehadirannya hanya 60 atau 80 persen, saya akan mencoretnya dan tidak akan mengajukan permohonan PIP. Ini untuk memajukan anak-anak supaya rajin sekolah,” tandasnya.

Terakhir, ia berharap SMP/SMK Bustanul Ulum kedepannya dapat terus berkemban dengan dukungan berbagai pihak.

" Insyaallah dengan kemajuan SMP dan SMK Bustanul Ulum, mudah-mudahan banyak yang mendukung, termasuk dari rekan-rekan wartawan. Kami ingin berdampingan dengan orang tua murid dan masyarakat,” pungkasnya.

(Agus)